WordPress sebagai monolith sudah terbukti handal, tapi ada batasnya. Ketika Anda butuh performa sub-detik, omnichannel content delivery, atau integrasi dengan frontend framework modern — arsitektur headless adalah jawabannya.
Sebelum migrasi, lakukan full audit: mapping semua URL, taxonomy, custom post types, dan metadata SEO. Ini krusial untuk memastikan tidak ada konten yang hilang dan semua redirect berjalan benar.
Aktifkan REST API atau install WPGraphQL. Pastikan semua endpoint mengembalikan data yang dibutuhkan frontend — termasuk custom fields, ACF, dan media URLs.
Gunakan Next.js App Router dengan Server Components untuk data fetching. Implementasikan static generation untuk halaman yang jarang berubah, dan ISR untuk konten yang sering update.
Ini tahap paling kritis. Setup 301 redirect dari URL lama ke URL baru. Pastikan meta tags, canonical URLs, dan structured data ter-implementasi dengan benar. Monitoring Google Search Console selama 2-4 minggu pertama.
Migrasi WordPress ke headless Next.js oleh Papanlesat selesai dalam 3 minggu tanpa satupun penurunan SEO ranking. Page speed naik dari 45 ke 98 di Google PageSpeed Insights.
— CTO, Media Company Jakarta
A weekly digest of the latest news, articles, and resources.
No trending posts yet.
No comments yet. Be the first!